Unek-Unek Pengaruh Covid-19 Bagi Kehidupan Sehari-hari

Banyak pengaruh covid-19 khususnya bagi banyak ibu rumah tangga seperti saya ada dampak positip dan juga negatifnya yang saya rasakan sebagai ibu muda. Inilah  beberapa dampak Covid-19 bagi kehidupan sehari-hari sebagai Ummi,blogger sekaligus penulis :



Bekarya 
 Dampak positifnya pertama  yaitu bisa mengetik blog, review buku atau  bikin buku  terbaru dan lebih produktif menurutku. Selain aktifitas ibu rumah tangga seperti menyapu,mengepel bahkan mencuci baju dan piring dibantu pak suami jadi bisa bikin tulisan ini.

Keduaa kita jadi dekat dengan keluarga kita sendiri. Orangtua,adik, bapak, dan suami jadi sering dirumah semenjak adanya surat diliburkan sekolah atau kampus. Baik dosen dan muridnya, guru dengan muridnya semua diliburkan agar semua aman.

Ketiga Ummi bisa santai dengan aktifitas  memasak biasanya menunggu anak tidur baru bisa masak. Jujur semenjak ada pandemi ini jadi rajin memasak  dan berfoto makanan yang dibuat baik itu cemilan, lauk pauk, nasi dan berbagai minuman lezat dan mempraktekkan resep yang ada di cookpad atau twitter. Seperti pada episode blog  sebelumnya https://diaryummiadah19nk.blogspot.com/2020/03/stay-at-home-cooking-with-ummi.html .

Bermain setelah makan cemilan gambar via handphone pak suami
 Keempat semenjak Abi berada di rumah banyak bermain bersama anak dengan suami jadi bertiga. Karena biasanya suamiku kerja di sekolah sebagai guru tetapi sekarang mengajarnya online.Gantian mandiin dan mengasuh anak. Biasanya saya sendiri yang mengasuh anak kesayanganku karena suami pulang kerja sore atau malam tergantung tugasnya. Jadi suami jarang berpergian deh sekarang kecuali kalau ada barang yang ketinggalan di sekolah.


Kelima jadi sering beribadah bersama pak suami terutama sholat fardu dan tadarusan. Bahagianya surga bisa diraih bersama. Apalagi bisa beribadah bersama dengan keluarga bersama-sama. Sang Pencipta ingin kita lebih dekat dengan-Nya meminta doa dan pertolongan agar pandemi cepat berlalu.
Gambar Sholat via Pinterest

Tidak Tahu perkembangan bayi gambar via pinterest

Dampak negatifnya bagi Ummi ialah tidak bisa periksa kandungan dengan dokter kandungan yang biasanya periksa lalu saat wabah ini dikatakan membahayakan manusia jadi dokter kandunganku berhenti sementara  ke rumah sakit al-islam cabang Cicadas Bandung.  Padahal  usia kandunganku sudah delapan bulan jadi saat ini belum tahu perkembangan bayi bulan ini apalagi jenis kelamin calon bayi belum diketahui.

Kedua yaitu tidak bisa jalan-jalan  baik itu ke kolam berenang rencana awalnya setelah anak di sunat mau berenang tetapi takdir berkata lain. Selain itu kita jadi tidak bisa berkunjung ke rumah ibu mertua, ke undangan nikah atau menjenguk teman kita yang sudah lahiran sebab keadaan sekarang tidak memungkinkan untuk pergi-pergian.Acara pengajian juga diberhentikan semenjak adanya wabah ini. Tidak bisa berkeliling kompleks apalagi ke warung jajan snack atau sayur, buah dengan anak kesayanganku.
Foto undangan nikah teman saat sebelum covid-19 jadi rindu mereka. Foto via handphone Pak Suami


Serba online gambar via Pinterest
Ketiga kita jadi serba online karena serba online. Seperti belanja online Tokopedia atau Shoopee baik pak suami maupun diriku.Jadi lebih banyak buka media sosial  seperti twitter, facebook, instagram dan youtube. Anakku sekarang anteng nonton youtube kids sebab laptop Abinya ada dirumah atau kalau saya suka bermain game adorable home, sedangkan pak suami suka download banyak game terbarunya dan bermain ketika anak tertidur. Kalau aku olahraga trismeter ke 3 lewat youtube saja deh.

Kalau kamu mengalami hal yang sama atau ada yang lain bagi kehidupan kamu sehari-hari?

Silahkan mengomentari iya...

Komentar

Sulis Nashwa Kirana mengatakan…
Iya mbak ada sisi positif dan sisi negatifnya. Terlalu lama berdiam diri di rumah memang menimbulkan kebosanan. Kadang anak-anak minta jalan-jalan tapi saya jelaskan lagi bahwa saat ini lebih baik dirumah saja, nanti kalau situasi sudah membaik baru bisa jalan-jalan. Akhirnya mereka bisa memahami, nah supaya mereka tidak bosan mereka saya ajak untuk buat aneka menu masakan. Jadi hampir setengah hari sibuknya di dapur 😁😁
Sarah Jalan mengatakan…
selama covid aku tetap kerja, tetap kepasar sekedar belanja kebutuhan, tetap memasak untuk keluarga, selebihnya memang membetahkan diri dirumah, ya nonton tv, jalan2 dalam kenangan alias liat foto travelling heheh...dan pastinya lebih banyak istiqfar mungkin dikasi wabah ini gegara banyak sudah dosa yang manusia lakukan..
Vicky Cahyagi mengatakan…
Betul, pasti ada hikmah dari setiap musibah. Seperti menjelang Ramadan saja, biasanya kan petasan diperjual belikan secara bebas, main sembarangan, dan dianggap tradisi. Sekarang benar2 tidak boleh diperjualbelikan, tidak boleh main, mengundang kerumunan. Bisa jadi teguran dari Allah Swt. Lalu dengan stayathome, family time lebih baik lagi..
maria8181 mengatakan…
Dilema ya mba, karena di satu sisi kita jadi lebih punya waktu lebih jika libur di rumah. Semoga corona segera berlalu. aamiin
Yustrini mengatakan…
Pasti ada yang berubah setelah masa pandemi ini. Sedih karena nggak bisa lagi mengikuti kegiatan keagamaan. Semua harus serba online. Positifnya jadi lebih rajin masak dan menulis blog. Sehat2 terus bunda dan calon dedek bayi.
mardanurdin.com mengatakan…
Mari jadikan unek-unek sebagai ajang untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat ya mbak. Vibes positif
Bambang Irwanto mengatakan…
Walau sikon seperti ini, tetap ada hal-hal positif yang bisa kita dapatkan. Akhirnya bisa terus beraktivitas semnagat. Semoga corona ini segera berakhir ya, Mbak. Aamin.
Mechta mengatakan…
Betul..ada sisi positif dan negatifnya ya.. tinggal kita yg menyesuaikan diri dan ambil hikmah dari kondisi saat ini.. Dehat2 selalu ya mba..
Sapti nurul hidayati mengatakan…
Selalu ada plus dan minusnya ya mb, tergantung bagaiama kita melihatnya. Semoga saja berkah ramadhan datang untuk kita semua. Badai corona segera reda. Aamiin...
Ubotravel mengatakan…
Setiap kejadian akan ada hikmah yang bisa kita ambil, semoga kita bisa selalu berpikir positif agar mampu melewati cobaan covid-19
Fionaz mengatakan…
Iya kak, memang wabah ini ada plus dan minusnya. Kalo plusnya ya kita bisa bareng keluarga terus dan lebih bisa dekat dengan mereka. Kalo minusnya ya banyak hehe
Belgie mengatakan…
Ya ampun ada salah satu yg kualami diatas yaitu periksa kandungan, hikss, sudah sebulan lebih tidak keluar rumah sama sekali, mana sudah hamil tua, kan hrs rajin kontrol, hiksss
Susi Susindra mengatakan…
Barakallah, MBak. Semoga kehamilan dan persalinan lancar. Bayi dan ibunya sehat.
Bisa periksa ke tenaga kesehatan terdekat misalnya bidan atau poli terdekat Mbak. Di sini saya periksanya ke bidan (30 ribu) dan polindes (2 ribu). HIHihihihi.
Itu sudah dapat macem-macem, karen aslinya gratis kok.
Nurhilmiyah mengatakan…
Semoga Corona ini cepat berlalu ya Mbak,, agar kehidupan kita bisa kembali seperti semula, beraktivitas lagi kayak dulu, huhuu
Nurhilmiyah mengatakan…
Kita ambil sisi positifnya dong ya Mbak... agar tubuh selalu bagus sistem imunnya dan kita bs sehat selalu sekeluarga
Rafahlevi mengatakan…
Semoga wabah ini segera berakhir. Aku sendiri masih lom yakin kapan ini ujungnya.
Syahri mengatakan…
Selain dampak negatif yang dirasakan dari pengaruh penyebaran pandemi ini, pengaruh positifnya pun banyak.

betul sekali mbak, karena hal ini juga seharusnya dapat meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dan lebih mendekatkan diri kita kepada Sang Pencipta

Postingan populer dari blog ini

Book Review Selena dan Nebula Karya Tere Liye

Day 28 HAPPY SHOPPING